Select Page

Menyusuri kompleks wisata Telaga Warna yang lumayan luas, anda akan bertemu dengan Goa Jaran. Letak goa ini dibilang yang paling dekat dengan Telaga Warna daripada goa – goa yang lain. Anda hanya perlu berjalan kaki sebentar dari arah telaga sampai ke depan pintu masuk goa. Goa sendiri pada umumnya berfungsi sebagai tempat untuk berlindung dari cuaca maupun binatang liar namun untuk beberapa goa seperti goa ini fungsinya hampir sama dengan goa – goa yang berada di satu kawasan kompleksnya, yaitu sebagai tempat meditasi atau bertapa. Memang unsur magis masih melekat erat pada kebudayaan masyarakat Dieng. Masyarakat Dieng percaya bahwa pada tempat tertentu yang dianggap tepat merupakan tempat yang ideal untuk mendekatkan diri pada Sang Pencipta.

Goa Jaran dianggap sebagai perlambangan akan kesuburan. Hal ini terlihat dari adanya patung seorang perempuan yang membawa bunga pada depan mulut goa. Perempuan dan bunga sebagai representasi dari kesuburan itu sendiri, perempuan dapat mempunyai anak sebagai pertanda kesuburan, dan bunga yang dibawa pertanda kesuburan yang berasal dari alam.

Nama Goa Jaran berasal dari Bahasa Jawa, Jaran berarti Kuda. Menurut pengelola, pada jaman dahulu ada seekor kuda betina yang menarik kereta dari Resi Kendaliseto yang tersesat di daerah Dieng. Kala itu hujan turun dengan deras yang membuat kuda ini kebingungan mencari tempat untuk berteduh. Setelah agak lama mencari, kuda itu menemukan sebuah ceruk atau goa yang bisa dijadikan tempat ia berlindung dari hujan. Setelah semalaman dia berlindung di goa tersebut, keesokan harinya dia keluar dari goa, namun anehnya kuda tersebut keluar dalam keadaan tengah bunting alias hamil. Karena itu, maka goa tempat kuda itu berteduh dan bermalam disebut dengan Goa Jaran. Bentuk dari goa ini mirip sebuah celah batu yang berukuran tidak terlalu besar dengan pintu masuk yang berbentuk oval tidak rata. Untuk memasuki goa ini, anda harus merunduk dan setengah merangkak akibat celah gua yang tidak begitu luas. Anda akan berwisata ke kota yogyakarta? silahakan kunjungi bus pariwisata Jogja murah visit http://sewabusyogyakarta.com/

 

Lokasi Goa Jaran

Karena Goa Jaran berada pada satu kompleks dengan Telaga Warna, anda cukup mendatangi telaga warna yang beralamatkan di Dieng, Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Disana terdapat banyak papan penunjuk arah yang akan mengantarkan anda menuju goa ini.  Jadi anda tidak perlu khawatir akan tersesat ketika mengunjungi tempat ini.

Untuk menuju tempat ini ada beberapa cara yang dapat diambil, antara lain:

  1. Dengan menggunakan kereta

Jika anda bepergian dengan kereta, anda bisa berhenti di Stasiun Purwokerto, Kebumen atau Kutoarjo. Jika turun Kebumen, naik mikro bus tujuan Treminal Prembun kemudian mencari mikrobus tujuan Wonosobo. Sampai ke Wonosobo memerlukan waktu sekitar 3 jam, sesudahnya anda harus mencari mikrobus jurusan Dieng dan melanjutkan perjalanan. Sesampainya disana, anda bisa mencarter kendaraan yang banyak disewakan. Dan langsung bisa menuju lokasi Telaga Warna.

Jika melalui Kutoarjo, anda langsung naik angkot dengan tujuan Wonosobo. Sesampainya di MPS, naik mikrobus tujuan Wonosobo dan lanjut naik mikrobus Dieng.

  1. Dengan menggunakan bus

Untuk sampai ke Dieng, ambil tujuan pemberhentian bus di Terminal Mendolo. Sampai di terminal, anda harus berjalan sampai rumah sakit yang berada dekat dari terminal dan naik mikro bus tujuan Dieng turun di pertigaan Dieng.

  1. Dengan menggunakan mobil sewaan

Jika anda menginginkan menggunakan mobil sewa, anda bisa menyewanya di Sewa Mobil Brio Temanggung. Degan menyewa mobil, anda bisa sekalian menyewa supir yang akan mengantarkan anda langsung ke Telaga Warna.

Poster Goa Jaran

Keutamaan Goa Jaran

Untuk anda yang tertarik pada mitos, Goa Jaran memiliki mitos yang cukup terkenal. Mitos yang beredar pada masyarakat adalah, siapapun yang berdoa kepada Pencipta pada goa ini akan segera mendapatkan keturunan. Alkisah dulu ada sepasang suami istri yag sudah lama menikah namun belum juga memiliki seorang anak. Pasangan suami istri tersebut sudah melakukan berbagai cara untuk mendapatkan anak namun hasilnya masih nihil. Suatu hari pasangan itu mendengar bahwa jika berdoa meminta keturunan di goa ini akan segera mendapatkan kesuburan dan keturunan. Maka berangkatlah pasangan tersebut dan berdoa di dalam goa. Setelah selesai mereka kembali ke rumah dengan harapan agar segera mendapatkan keturunan. Beberapa hari berselang setelah aktivitas berdoa, ternyata sang istri diketahui sedang hamil, maka berbahagialah pasangan tersebut. Namun ada satu larangan yang ada, para gadis yang masih perawan dilarang memasuki goa, karena ditakutkan tiba – tiba hamil seperti cerita kuda betina penarik kereta Resi Kendaliseto. Tidak jauh dari tempat tersebut dapat Anda kunjungi juga Goa Sumur.

Apa Saja yang Dapat Dilakukan di Tempat Wisata

  1. Mengamati goa
  2. Berdoa (bagi yang percaya terhadap mitos)
  3. Menikmati pemandangan Dieng
  4. Berjalan – jalan di kompleks wisata Telaga Warna
  5. Menjelajah alam.

Larangan Selama Berada di Tempat Wisata

  1. Dilarang berbuat onar, kegaduhan, ribut – ribut sampai mengganggu pengunjung lain
  2. Mencorat – coret dinding goa dengan sengaja menggunakan bahan yang sulit dihilangkan
  3. Membuang sampah secara sembarangan tanpa tanggung jawab
  4. Memasuki goa tanpa seijin pengelola
  5. Bagi gadis yang masih perawan diharapkan tidak memasuki goa.

Wisatawan Baik Wisatawan Beradab

Dengan meningkatnya volume kegiatan wisata, para wisatawan seharusnya bersikap yang baik dan beradab. Jangan hanya mementingkan kesenangan semata tanpa memperhatikan faktor lingkungan. Jadilah wisatawan yang bermartabat dan bermoral serta menjaga sopan santun. Jika anda sudah memiliki itu, anda bebas berwisata kemanapun termasuk Goa Jaran.