Select Page

Diantara candi – candi yang berada di dataran tinggi Dieng,  Candi Setyaki adalah salah satunya. Candi yang becorak agama hindu ini dibangun pada pemerintahan dinasti Sanjaya pada sekitar abad ke-7 sampai abad ke-8 masehi. Pada struktur bangunannya, teridentifikasi bahwa candi ini masih menggunakan contoh – contoh arsitektur dari India.

Menurut para sejarawan, candi ini pada jaman dahulu digunakan sebagai tempat tinggal, tempat peristirahatan dan atau tempat pemujaan. Disekeliling candi, banyak juga terdapat candi – candi lain seperti Candi Nakula, Candi Antareja, Candi Petruk, Candi Nala-Gareng dan Candi Sadewa.

Nama dari Candi Setiyaki diambil dari tokoh cerita pewayangan mahabarata. Diceritakan bahwa Setiyaki masih memiliki hubungan kekeluargaan degan Pandawa Lima dan Kresna. Setiyaki dijuluki Bima Kunting alias Bima Kecil karena memiliki perawakan tubuh yang tidak terlalu tinggi namun meiliki otot yang besar dan kuat. Setiyaki menggunakan gada sebagai senjatanya, meskipun ada versi lain yang menyatakan Setiyaki memakai panah sebagai alat berperang. Setiyaki digambarkan seperti seorang kesatria yang kuat, tangguh, cerdas dan sedikit nekat. Namun sifat dan perangainya berubah ketika dia melanggar aturan untuk tidak meminum minuman keras. Pada saat ia mabuk, ia terlibat pertengkaran dengan para kurawa yang membuatnya terbunuh.

Bangunan candi ini terlihat utuh karena telah melewati proses pemugaran. Proses pemugaran ini bertujuan untuk mengembalikan batu – batuan yang berserakan di sekitar candi menjadi satu kesatuan yang utuh. Dalam proses pemugaran, para arkeolog dan perajin mengganti batu – batu yang hilang dengan batuan yang lain dan kemudian di pahat sesuai dengan bentuk aslinya. Namun walaupun sudah selesai dipugar, atap dari candi ini masih belum tersusun, terlihat dari bangunan candi yang atapnya bolong alias tidak ada.

Lokasi Candi Setyaki

Letak dari Candi Setyaki tidak terlalu jauh dari kompleks Candi Arjuna, anda hanya perlu berjalan sejauh 200 meter ke arah barat dari kompleks Candi Arjuna. Alamat lengkap dari candi ini berada di Dieng Kulon, Batur. Candi ini masuk wilayah Banjarnegara, provinsi Jawa Tengah. Untuk menjangkau candi ini, anda bisa melewati persawahan warga atau pemukiman warga. Ada beberapa rute untuk mencapai Dieng, khususnya Candi Setyaki, yaitu:

  • Rute Magelang

Magelang – Secang – Temanggung – Parakan – Kertek – Wonosobo – Dieng

Estimasi perjalanan 2 jam (65 km)

  • Rute Solo

Solo – Kartasura – Boyolali – Ampel – Salatiga – Bawen – Ambarawa – Secang – Temanggung – Parakan – Kertek – Wonosobo – Dieng

Estimasi perjalanan 6 jam (180 km)

  • Rute Jogja

Jogja – Sleman – Tempel – Muntilan – Magelang – Wonosobo – Dieng

Estimasi perjalanan 3,5 jam (120 km)

Namun bagi anda yang tidak mengetahui rute secara tepatnya, maupun sering kebingungan saat dalam perjalanan, anda bisa menggunakan jasa sewa elf dan bus. Selain sopir – sopir mobil sewaan yang telah berpengalaman, dengan sewa mobil tentu lebih memudahkan untuk mencari alat transportasi yang dapat diandalkan.

Poster Candi Setyaki

Keutamaan Candi Setyaki

Candi ini merepresetasikan sebuah perjalanan religi pada jaman dahulu, lebih tepatnya agama hindu. Berdirinya candi – candi di kawasan Dieng tidak terlepas dari pengaruh agama  Hindu yang masuk ke Nusantara alias Indonesia. Selain anda dapat melihat Candi Setyaka, anda bisa juga melihat candi – candi lain yang sekompleks dengan candi Setyaka, diantaranya adalah Candi Nakula, Candi Antareja, Candi Petruk, Candi Nala-Gareng, Candi Sadewa, dan Candi Puntadewa. Keindahan utama yang ditawarkan oleh candi – candi ini tentunya sebuah perjalanan religi dan bersejarah yang mampu mendamaikan batin.

Apa – Apa Saja yang Dapat Dilakukan

Selain mengamati candi- candi yang bernilai sejarah dan religi, anda juga dapat menikmati pemandangan yang ada di sekitar candi. Candi ini tidak memiliki pagar pembatas yang membuatnya langsung bersinggungan dengan lingkungan sekitar. Lingkungan sekitarnya berupa persawahan para penduduk lokal Dieng. Para penduduk banyak menanam tanaman kentang. Berikut ini daftar apa – apa saja yang  dapat anda dilakukan di lingkungan candi ini. Anda akan berwisata ke kota yogyakarta? silahakan kunjungi sewa bus di Jogja visit http://sewabusyogyakarta.com/

  1. Mengamati peninggalan jaman Mataram Kuno yang bersejarah dan sarat akan makna
  2. Menikmati pemandangan sambil merefresh otak
  3. Berfoto – foto bersama keluarga atau sendiri (tempat wisata ini juga sering digunakan untuk pemotretan pra wedding ataupun model)

Hal –Hal yang Dilarang di Lakukan

Berikut ini adalah hal – hal yang jangan sampai anda lakukan ketika mengunjungi candi ini.

  1. Merusak candi
  2. Mencorat – coret bangunan candi dengan tipe-x, spidol, pilok dll
  3. Memindahkan batuan – batuan candi
  4. Memanjat candi
  5. Membuat keributan

 

Wisata Sejarah dan Religi

Dengan mengunjungi candi – candi, kita bisa mengetahui sejarah – sejarah yang ada di Indonesia. Lebih – lebih dengan mengunjungi tempat – tempat situs peninggalana kerajaan – kerajaan memperkaya ilmu kita. Selain itu anda bisa juga merasakan pengalaman religi agama Hindu yang kental. Jadi mari kita kunjung tempat – tempat bersejarah di Indonesia dimulai dari Candi Setyaki.