Select Page

Tidak lengkap rasanya jika kita berwisata hanya mengambil senang – senangnya saja, kita juga harus mengambil sisi edukasinya, mungkin Museum Kailasa bisa melengkapi sisi edukasinya. Museum Kaliasa diresmikan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, Jero Wacik pada tanggal 28 Juli 2008. Museum ini sebenarnya dari dulu sudah ada namun masih dalam bentuk galeri atau gedung arca.

Museum ini dinamakan Kailasa diambil dari nama gunung yang menjadi tempat tinggal dari Dewa Syiwa. Memang Dewa Syiwa sangat berpengaruh pada jaman hindu dahulu khususnya di Jawa Tengah dan sekitarnya, para umat Hindu menyembah dewa Syiwa sebagai perlambangan tunduk terhadap dewa yang menguasai alam (dewa kesuburan). Pemujaan Dewa Syiwa ini terlihat dari candi – candi dan prasasti – prasati yang ada di sekitar Dieng memiliki ukiran, patung dan relief dari Dewa Syiwa. Bahkan nama dari Dieng sendiri juga tidak lepas dari kepercayaan Hindu, Dieng terdiri dari bahasa Sansekerta Di dan Hyang. Di berarti gunung dan Hyang berarti dewa, maka dapat disimpulkan bahwa Dieng adalah Gunung para Dewa.

Museum ini berdiri di atas lahan seluas 560 meter persegi. Terdapat dua bangunan utama yaitu bangunan bagian depan dan bagian belakang. Bangunan bagian depan adalah bangunan asli dari museum yang sudah dibangun sejak tahun 1984. Didalam bangunan museum, banyak disimpan benda – benda bersejarah maupun diorama penduduk Dieng.

Museum ini masuk dalam kategori museum purbakala, karena banyak menyimpan benda – benda purbakala dan peninggalan – peninggalan sejarah. Tempat ini mulai beroperasi pada pukul 07.00 sampai 16.00 dan bagi para pengunjung dikenai biaya retribusi sejumlah Rp. 5000,00. Dari hasil biaya retribusi digunakan untuk memelihara museum dan lingkungan sekitarnya.

Lokasi Museum Kailasa

Museum Kailasa ini berlokasi di Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah. Letaknya di seberang Candi Gatotkaca. Musium ini masih satu komplek dengan Gedung Arca milik Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala provinsi Jawa Tengah.

Untuk mencapai tempat ini, pengunjung dapat menaiki kendaraan umum dari Wonosobo dan turun di dekat Gangsiran Aswatama. Sesampainya di dekat Gangsiran Aswatama, pengunjung harus berjalan kaki sampai museum ini. Namun jika dirasa merepotkan, pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi. Terdapat parkiran luas yang bisa menampung kendaraaan – kendaraan pengunjung. Selain itu dapat pula dicapai melalui jalan yang ada di kompleks Candi Arjuna.

Untuk memudahkan akses menuju tempat wisata, anda disarankan menggunakan kendaraan pribadi, karena tempat – tempat wisata di Dieng belum semua bisa dijangkau dengan menggunakan kendaaan umun. Anda dapat menyewa alias merental mobil untuk perjalanan wisata, contohnya adalah Sewa Mobil Avanza Temanggung yang terpercaya dan sudah berpengalaman.

Poster Museum Kailasa

Pertunjukan Utama Museum Kailasa

Mengenal Dieng melalui Museum Kailasa merupakan ide yang bagus. Di museum ini terdapat berbagai informasi mengenai seputar daerah Dieng, flora dan fauna, penduduknya sampai aktivitas sehari – sehari. Museum ini juga banyak menyimpan situs – situs peninggalan jaman dahulu seperti arca, mala, nekara, kemuncak (atap candi), yoning, lingga, tungku menaruh sesaji, mahakala dan batu candi. Semua barang – barang sejarah tersebut disimpan di museum untuk melindungi dari tangan – tangan yang tidak bertanggung jawab. Anda akan berwisata ke kota yogyakarta? silahakan kunjungi bus pariwisata Yogyakarta visit http://sewabusyogyakarta.com/

What to Do in the Museum

Pengunjung dapat menjelajahi seluruh bangunan pada musium ini. Pada ruang pertama museum, penonton dapat melihat arca, mala, nekara, kemuncak (atap candi), yoning, lingga, tungku menaruh sesaji, mahakala dan batu candi yang tersimpan di etalase – etalase museum. Masuk di ruang kedua terdapat informasi – informasi mengenai kisah awal dari Dieng, sejarah Dieng, kerajaan – kerajaan jaman dahulu, candi – candi yang ada di setiar kawasan Dieng dan sebagainya. Ada pula informasi mengenai keragaman seni dan budaya yang ada di masyarakat, perihal anak yang berambut gimbal sampai keseharian dari penduduk Dieng yang bercocok tanaman. Selain itu, ada juga ruangan untuk melihat video – video yang berkenaan dengan budaya dan adat istiadat dari masyarakat Dieng.

Bagi anda yang sudah lelah mengunjung musem, anda bisa mampir di cafetaria yang menyediakan aneka makanan dan minuman yang bisa anda beli untuk menghilangkan rasa lapar dan haus anda.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Mengunjungi museum berisi benda – benda sejarah yang harganya tidak ternilai, hendaknya selalu memperhatikan hal – hal berikut ini.

  1. Patuhi peraturan dari museum
  2. Jangan mengambil barang – barang dengan sembarangan tanpa seijin pengelola
  3. Jangan berbuat gaduh apalagi usil
  4. Jangan merokok didalam ruangan, karena dikhawatirkan bisa mempengaruhi barang – barang bersejarah.

Wisata Teredukasi

Dengan mengunjungi museum membuat kita mengetahui sejarah – sejarah yang melatarbelakanagi adanya peninggalan – peninggalan yang ada. Kita akan mendapatkan banyak informasi dan ilmu yang berguna. Lestarikanlah barang – barang peninggalan sejarah, jangan sampai rusak dan hilang. Wisata edukasi? Museum Kailasa menyediakan itu.